"If your friends tell you, that they are a big fan of Bad Religion, but they're not here tonight just tell them: I was there the first time"
Kalau kalimat diatas mengandung salah ketik ataupun salah gramatikal saya minta maaf, karena di malam itu antusiasme dan haru telah membuat saya lupa untuk merekam dengan otak (karena apa daya selain rekan media, SLR dilarang masuk venue) kalimat yang dilontarkan Greg Graffin di sela pertunjukkan semalam.
Kalimat tersebut tentu membangkitkan rasa bangga sekitar ribuan penonton yang memadati pinggiran pitch Stadion Gelora Bung Karno, yang malam itu disulap menjadi venue acara Big Wave 2011. Malam itu performa mereka benar-benar on-fire, dan benar-benar klimaks, seakan ingin mengobati perasaan fans mereka yang harus rela "terpecundangi" oleh dua band yang tampil sebelumnya: Panic at the Disco dan Yellowcard.
Bad Religion selalu ada dalam list band favorit saya. Sejak SMP saya sudah mengakrabi musik mereka lewat (the best of ) album: All Ages, sebuah album yang menjadi solusi diskografi untuk mereka yang tidak mampu membeli cd/vinyl Bad Religion di album/ep sebelumnya. All Ages merekam semua masterpiece mereka sejak 80an sampai awal 90an dan sudah cukup untuk menjadi koleksi rekaman Punk untuk anak SMP sepantaran saya saat itu.
Dan ternyata, Bad Religion benar-benar mengerti saya dan mungkin juga penonton lainnya yang bisa dikatakan lebih terlihat sangat "All Ages Generation" ketimbang "New Maps Of Hell Generation" atau mungkin "The Dissent Of Man Generation". Kenapa begitu? Kecuali lagu "Sorrow", sorak penonton lebih banyak merequest lagu-lagu macam: "American Jesus", "Generator", "I want to conquer the world" dan tembang-tembang lainnya dari All Ages.
23 lagu plus 3 lagu encore digeber oleh om-om punk ini. Kecuali "Kerosene", hampir semua lagu yang saya suka dimainkan malam itu. Sang Vokalis atau lebih tepatnya sang penceramah, Greg Graffin ytampil prima dan menghibur dengan jokes-jokesnya tentang Beyonce. Jay Bentley (bassist) pun seperti menjadi tektokan guyonan Graffin dan sesekali mengucapkan salam pada penonton. Berbeda dengan kedua personil itu, Brian Baker (gitar), Greg Hetson (gitar 2) dan Brooks Wackerman (drum) lebih memilih kalem namun gahar dengan instrumen masing-masing.
Hits balada dengan ketukan Punk Rock, "Sorrow" menjadi penutup yang klimaks penampilan mereka. Semua ber sing-along. Bahkan terlihat dua perempuan berjilbab di sebelah saya bernyanyi dan hafal liriknya. Pemandangan menarik lainnya adalah di moshpit, banyak terlihat "punk-punk" pulang kantor bermoshing dan koor: "There will be SORROWWW...No More". Acara diakhiri dengan janji yang terlontar oleh Graffin, bahwa mereka akan mengunjungi Jakarta lagi, entah kapan. Yang jelas, seperti ungkapan Graffin tadi, saya akan bilang ke mereka, saya bangga menonton show pertama (atau mungkin terakhir) mereka di Jakarta.
Bad Religion. Bad Pixel :(
Prof. Graffin was giving a lecture
Hijab Religion
Sampai bertemu lagi Bad Religion.
Set List:
- Encore:



